Home / berita umum / ABG Harus Pertanggungjawabkan Perilaku Hina Presiden

ABG Harus Pertanggungjawabkan Perilaku Hina Presiden

ABG Harus Pertanggungjawabkan Perilaku Hina Presiden – ABG berumur 16 th. berinisial RJ mengintimidasi bakal menembak Presiden Jokowi. Pengamat Sosiolog dari UGM, Soeprapto memohon remaja utk waspada memanfaatkan technologi komunikasi.

” Petunjuk saya, anak-anak mesti lebih hati-hati dalam memanfaatkan technologi komunikasi serta dalam menyikapi tantangan tak sehat dari temannya, ” kata Soeprapto kala dihubungi, Kamis (24/5/2018) .

” Saya fikir tidak perlu aneh-aneh lah lantaran lebih-lebih hingga mengintimidasi mengakibatkan siaran problem ketenangan orang-orang, harusnya tak bisa dilaksanakan, ” sambung dia.

Soeprapto menilainya remaja sekarang tak sempat berpikir akibat tidak baik kepada yg di lakukannya. Hal semacam itu kelihatan dalam video yg di buat remaja inisial RJ.

” Jadi saat ini banyak anak-anak tak berfikir jauh apa yg bakal diperbuat seperti dikemukakan orang tuanya tdk ada maksud. Itu deskripsi anak-anak banyak remaja sekarang, ” ujar dia.

Tidak hanya itu, menurut dia perbuatan destruksi yg mencoret tembok dekat pos polisi juga jadi arena remaja utk memberikan keberaniannya di depan temannya. Maka perbuatan itu berkembang bikin video siaran dengan suara ancaman seperti dilaksanakan oleh RJ.

” Sama dengan perbuatan destruksi jadi arena gagahan mereka (remaja) apabila dapat coret ditembok pos polisi jadi dikira berani, tetapi itu sejauh ini tdk ada perbuatan. Maka itu selanjutnya berkembang berani mengintimidasi serta bikin video, ” kata Soeprapto.

Di kabarkan terlebih dahulu, video mengedar kelihatan RJ memakai kacamata serta bertelanjang dada. Dia lagi tengah ada di satu buah area. Dia memegang poto Jokowi sembari menunjuk-nunjuknya. Dia sesumbar bakal menembak orang yg berada pada poto itu.

” Gue tembak orang ini. Gua pasung. Ini kacung gua. Kacung gua. Gue lepasin kepalanya, ” kata RJ dalam video itu.

Tdk diperlukan saat lama, polis menangkap pelajar di diantara satu SMA di Kembangan, Jakbar ini. RJ diamankan polisi di tempat tinggalnya di daerah Jakarta Barat.

Lantas RJ memohon ampun atas tingkah lakunya. Orang-tua RJ lantas ikut memohon maaf. Papa RJ berinisial H memanggil anaknya cuma mau menguji kapabilitas pihak kepolisian.

” Kenakalan anak kami ini sebatas utk menguji kapabilitas pihak kepolisian serta peristiwa ini berjalan tiga bln. selanjutnya, ” ujar H dalam rekaman video yg mengedar diraih detikcom, Kamis (24/5) .

About admin