Air Di Kali Kanal Banjir Timur Di Selimuti Busa

Air Di Kali Kanal Banjir Timur Di Selimuti Busa – Air di kali Kanal Banjir Timur (KBT) Marunda, Jakarta Utara, diselimuti busa tidak tipis. Busa itu disangka datang dari limbah rumah tangga serta disebut-sebut dapat buat tubuh gatal-gatal.

Petugas UPK Tubuh Air Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara menyebutkan busa umum keluar di KBT pada musim hujan. Menurut Yusuf, busa itu telah berada di KBT mulai sejak sebagian bln. kemarin.

” Dari pertama Desember 2017 telah mulai. Mulai hujan kan jadi berbusa, ” tambah Yusuf waktu didapati di tempat, Jumat (23/3) tempo hari.

Busa itu juga nyatanya beresiko negatif untuk orang-orang di sekitaran tempat. Salah seseorang warga, Ningsih yang umum berjualan di dekat tempat mengakui seringkali terasa gatal.

” Gatel busanya, bila ada angin kencang terbang-terbangan, terkena muka (jadi) gatel, ” kata Ningsih pada detikcom di tempat.

Hal sama disibakkan warga yang lain bernama Inawati (56). Terkecuali gatal-gatal, Inawati bahkan juga mengakui sukai rasakan pusing.

” Iya bila angin besar terkadang banyak, terkadang sukai berterbangan, bau menyengat, hingga kepala pusing, ” tutur Inawati.

Berlainan dengan dua orang terlebih dulu, salah seseorang warga yang lain Tisan (67) mengakui sering memancing di kali KBT. Dia juga tidak alami problem kesehatan walau konsumsi ikan hasil tangkapannya.

” Saya sempat juga makan, enak kok ikannya, gurih. Tidak bosen makannya, ” kata Tisan pada waktu didapati di tempat, Jumat (23/3).

Disamping itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara Slamet Riyadi menyebutkan lautan busa di kali datang dari limbah rumah tangga. Dia menyatakan busa itu bukanlah datang dari limbak pabrik.

” Jadi tempo hari laporan dari staf saya kan di sekitaran kali situ banyak didatangi orang yang memancing, jadi biota airnya masih tetap hidup. Jadi limbahnya cuma hasil limbah rumah tangga saja, ” kata Slamet waktu, Jumat (23/3).

Pernyataan seirama di sampaikan Kepala Bagian Pengendalian Akibat Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih. Dia menyebutkan tidak ada industri pabrik di sekitaran kali. Dia menyebutkan busa itu adalah limbah rumah tangga sebab banyak perumahan di selama KBT Marunda.

” Kami telah meneliti di Marunda itu, bila saya saksikan di Google Earth ataupun data yang berada di kami mengenai Amdal, kita tidak temukan industri katakanlah pabrik deterjen, ” kata Andono, Jumat (23/3).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga mulai bicara tentang busa yang berada di kali KBT, Marunda. Kata dia, lautan busa itu tetap dalam perlakuan petugas.

” Sekali lagi dikerjakan, sekali lagi dicek apa yang sebenarnya berlangsung. Kelak kita semoga ada hasil sesudah di check, ” kata Anies di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (23/3).

Disamping itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menjelaskan pihaknya serius menyelidiki penyebabnya munculnya busa di kali KBT. Dia menyatakan juga akan memberi hukuman pada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

” Serta ini begitu concerns kami. Mesti ada hukuman serta mesti ada denda. Jadi, ini akibat yg tidak kita kehendaki. Ke depan (limbah) mesti dikelola dengan baik, ” tegas Sandi.