Berikut Reaksi Gedung Putih Kim Jong Un Ke China

Washington, DC – Kunjungan penuh rahasia Kim Jong-un ke China buat dunia terperanjat, termasuk juga Amerika Perkumpulan. Pasalnya, kehadirannya mendadak, tanpa ada berita burung terlebih dulu.

Ketika kereta misterius dari Korea Utara tiba di Beijing, juru bicara Gedung Putih menyebutkan pada hari Senin kalau pihaknya tidak bisa mengonfirmasi laporan media mengenai kunjungan Kim Jong-un ke Beijing.

” Kami tidak bisa mengonfirmasi laporan itu. Kami tidak paham apakah itu benar, ” kata juru bicara Gedung Putih, Raj Shah, dalam konferensi pers, yang diambil dari Associated Press, pada Senin 25 Maret

Tetapi, disaat berita itu benar, Gedung Putih mengakui terlebih dulu, pada Selasa 26 Maret, pihaknya sudah di beri tahu mengenai berita kehadiran Kim Jong-un ke Beijing.

” China sudah memberitahu Presiden Donald Trump pada Selasa mengenai kehadiran Kim Jong-un ke Beijing. China juga mengemukakan pesan pribadi Presiden Xi Jinping pada Trump, “

Disamping itu, Sekretaris Media Gedung Putih, Sarah Sanders menyebutkan pertemuan Kim Jong-un dengan Presiden Xi Jinping adalah hasil dari desakan internasional.

” Amerika Perkumpulan tetaplah terkait erat dengan sekutu kami Korea Selatan serta Jepang. Kami lihat perubahan ini jadi bukti selanjutnya kalau kampanye desakan maximum kami yaitu membuat situasi yang sesuai sama untuk dialog dengan Korea Utara, ” kata Sanders.

Menurut Kantor Berita China, Xinhua, argumen kehadiran Kim ke Beijing salah nya ialah, dia terasa bertanggungjawab dengan pribadi menghubungi Presiden Xi Jinping mengenai perubahan diplomatik yang cukup penting di Semenanjung Korea dalam sebagian minggu paling akhir.

Pemimpin muda Korea Utara itu dijadwalkan menghadiri pertemuan puncak dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada bln. depan. Presiden Amerika Perkumpulan Donald Trump juga sudah terima undangan untuk bertatap muka dengan Kim Jong-un.

Para analis menyebutkan kunjungan Kim Jong-un ke Beijing peluang diperuntukkan untuk menyokong jalinan Pyongyang dengan China, sekutu tradisionil serta partner dagang paling utama, yang sudah lebih buruk dalam satu tahun lebih paling akhir.