Fenerbahce Mengamankan Kemenangan Dari Ajax

Fenerbahce mendapati kemenangan perdana mereka di fase group Liga Europa periode ini. Menjamu Ajax Amsterdam, Fenerbahce menang 1-0 berkat gol di menit-menit akhir. Gol tersebut diciptakan oleh Fernandao kepada menit ke-89, menciptakan laga yang terjadi di Stadion Sukur Saracoglu tersebut tuntas bersama raihan tiga poin buat tuan rumah.

Fenerbahce diawal mulanya belum sempat memperoleh kemenangan. Terhadap dua laga perdana di Group A, raksasa Turki tersebut kalah 1-3 dari Molde dan main imbang 2-2 bersama Celtic.

Berkat kemenangan tersebut, Fenerbahce naik ke posisi ke-2 classement sementara bersama koleksi nilai 4. Sementara, Ajax berada di posisi keempat bersama koleksi nilai 2. Ajax boleh unggul tipis dalam penguasaan bola, 51 : 49, namun Fenerbahce lebih tidak sedikit membuat kesempatan. Statistik ESPNFC mencatat, ada 20 attempts (7 on target) dihasilkan Fenerbahce, sementara Ajax cuma membuat 6 attempts (1 on target).

Gol Fernandao di menit ke-89 diawali satu buah sepak pojok yang dilakukan Caner Erkin dari segi kiri pertahanan Ajax. Fernandao seterusnya menyelesaikannya melalui satu buah sundulan.

Ancelotti : Bundesliga Tidak Menarik

Kemungkinan Carlo Ancelotti ke Bayern Munich hanya dapat menjadi rumor semata. Pasalnya pelatih asal Italia itu mengindikasikan ketidakminatannya kepada pertandingan di Jerman, khususnya soal dominasi Die Roten.

Ancelotti, yang menganggur usai dipecat Real Madrid, benar-benar telah memutuskan buat rehat sejenak setidaknya periode sebelum kembali melatih. Aspek ini serta yang menciptakan beliau menolak penawaran Liverpool, sebelum club tersebut pilih Juergen Klopp yang merupakan manajer barunya. Walaupun belum genap enam bulan rehat melatih, Ancelotti terus saja dihubung-hubungkan bersama sejumlah club. Salah satunya yaitu Bayern yang bisa saja dapat ditinggal Pep Guardiola saat kontraknya berhenti periode panas kelak.

Hingga ketika ini belum ada pembicaraan soal kontrak baru dan itu kian memperbesar kesempatan Ancelotti melatih di Allianz Arena. Tidak Cuma itu Jerman pula menjadi satu-satunya liga unggul yang belum dirasakannya sesudah melatih di Italia, Inggris, Prancis, dan Spanyol.

Namun ada baiknya Bayern cobalah mencari kandidat lain mengingat Ancelotti rupanya tak senang menyaksikan dominasi club Bavaria itu, yang dianggapnya menciptakan persaingan di Bundesliga tak menarik.

Pendukung City Kembali Mendapatkan Peringatan

Manchester City terancam dijatuhi hukuman dari UEFA. Sebabnya ialah perbuatan pendukung The Citizens yang menyoraki lagu tema Liga Champions di Etihad Stadium.

Perbuatan pendukung City menyoraki lagu tema Liga Champions berlangsung diwaktu The Citizens menjamu Sevilla di matchday ke-3 Liga Champions. Pernah tertinggal lebih dulu, tuan rumah hasilnya menang bersama score 2-1.

UEFA mengakses peyelidikan atas kasus tersebut sesudah delegasi UEFA di turnamen tersebut, Geir Thorsteinsson, posting dalam laporan turnamen yang dirinya buat. Begitu dikutip dari DailyMail. UEFA miliki aturan tegas soal anthem Liga Champions, bersama sanksi yang berpotensi besar dijatuhkan berupa denda.

Supporter City sebenarnya telah berulang kali menyoraki anthem Liga Champions. Namun lantaran pada awal mulanya tak sempat dilaporkan, tak ada penyelidikan yang dilakukan. Tindakan itu dilakukan pendukung City lantaran mereka kecewa kepada hukuman akibat aturan financial fair play yang berujung jatuhnya denda 50 juta poundsterling di tahun 2013 dulu.

Barcelona Dan Madrid Masih Tangguh

Real Madrid dan Barcelona mendapati lawan yang relatif ringan dalam lanjutan La Liga terhadap akhir minggu ini. Dua club raksasa itu serta dapat menjadikannya yang merupakan pemanasan sebelum kembali bersaing di Liga Champions.

Sesudah sembilan minggu berlalu, Madrid memuncaki classement sementara bersama koleksi 21 poin. Los Blancos dipepet oleh Barca di posisi ke-2. Barca miliki jumlah poin yang sama bersama Madrid, namun kalah selisih gol. Di jornada 10, Madrid dan Barca miliki kesempatan besar buat memperoleh poin penuh. Madrid bakal menjamu tim promosi Las Palmas, sedangkan Barca bakal bertandang ke markas Getafe.

Madrid benar-benar tidak sanggup tampil bersama kekuatan penuh kepada laga melawan Las Palmas di Santiago Bernabeu. Gareth Bale, Pepe, dan Dani Carvajal tetap dapat absen dikarenakan cedera, sementara James Rodriguez dan Karim Benzema bisa jadi besar telah bermain lagi. Walau Madrid tak full team, mereka tetap masihlah terlampaui tangguh buat tim seperti Las Palmas.

Terakhir kali Madrid berjumpa Las Palmas di Bernabeu merupakan kepada Pebruari 2002 silam. Disaat itu, Madrid menang bersama score menakjubkan 7-0. Akan tetapi, terhadap jumpa diawal mulanya di kandang Las Palmas, Madrid kalah 2-4.

Levante Telah Menemukan Pelatih Pengganti

Cuma dua hari sesudah memecat Lucas Alcaraz, Levante sekarang telah mendapati pelatih baru. Yakni Joan Francesc Ferrer Sicilia, atau yang biasa disapa Rubi resmi ditunjuk yang merupakan suksesor Alcaraz.

Dikutip dari web resmi club, bahwa kesepakatan antara Levante bersama Rubi tercapai. laki Laki yang sekarang berumur 45 tahun itu dikontrak hingga akhir periode 2015-16 bersama opsi perpanjangan dua tahun. Sebelum bergabung Levante, Rubi sempat menangani Real Valladolid tatkala semusim pula pernah jadi salah satu staf mendiang Tito Villanova di Barcelona.

Rencananya, si pelatih dapat dipresentasikan terhadap pukul 5 sore saat setempat sebelum melakoni sesi pertamanya dua jam selanjutnya.

Kala ini Levante berada di posisi buncit classement sementara La Liga sesudah menelan lima kekalahan dari sembilan kontes perdana. Rubi dapat menjalani laga pertamanya yang merupakan entrenador Levante bersama menyambangi Valencia.

Sinisa Mihajlovic Masih Akan Berjuang

Allenatore teranyar yang menangani AC Milan dalam musim ini Sinisa Mihajlovic mengungkapkan bahwa dirinya tidak akan hengkang dari AC Milan setelah AC Milan gagal melakoni setiap laga dengan kemenangan dalam awal musim ini.

Pertandingan terakhir yang di lakoni oleh AC Milan sendiri saat bertemu dengan Napoli berakhir dengan kekalahan, dimana hal ini menjadi salah satu catatan tersendiri untuk AC Milan yang selalu gagal mengamankan kemenangan saat bertemu dengan Napoli. Berakhirnya laga dengan skor 4-0 memanglah menjadi salah satu catatan yang terburuk bagi AC Milan dalam laga yang mempertemukan mereka dengan Napoli dalam semua kompetisi.

Sinisa Mihajlovic diharapkan akan bisa menggantikan torehan buruk yang di miliki oleh Inzaghi dalam menangani AC Milan musim lalu, karena seperti yang kita ketahui bahwasannya di tangan Inzaghi AC Milan malah hanya berhasil finish di papan tengah klasemen akhir Serie A.

Kekalahan yang telah di derita oleh AC Milan sendiri hingga sampai saat ini sudah menginjak angka ke empat, dan kekalahan dari Napoli menjadi salah satu pelajaran berharga untuk Sinisa Mihajlovic dalam menangani tim sebesar AC Milan musim ini.

Pemecatan Brendan Rodgers Sangat Disayangkan

Selama menangani Liverpool, Brendan Rodgers memanglah masih belum terlihat sukses mengantarkan Liverpool meraih satu troffi pun dalam kepelatihannya. Yang terbaik yang pernah di berikan oleh Brendan Rodgers sendiri adalah saat Brendan Rodgers sukses membawa Liverpool menjadi salah satu tim tersukses di mana mereka finish di urutan kedua di bawah Manchester City.

Hal tersebut lah yang menjadikan Brendan Rodgers mendapatkan pil pahit dalam kursi kepelatihan yang di miliki oleh Liverpool sendiri, tepat di pertandingan terakhir sebelum jeda Internasional dalam lanjutan Premier League pecan lalu. Liverpool memanglah gagal mendapatkan kemenangannya. Dan alahasil Brendan Rodgers pun dipecat dari Liverpool.

Para pemain yang di miliki oleh Liverpool sebenarnya memang sangat menyayangkan hal tersebut terjadi pada Brendan Rodgers, yang mana kini Brendan Rodgers tengah berusaha untuk meramu para pemainnya menjadi yang terbaik.

Walaupun hingga sampai saat ini memanglah masih belum ada alasan untuk dapat mempertahankan Brendan Rodgers untuk tetap menjadi bagian dari Liverpool, akan tetapi hal tersebut menjadi pukulan tersendiri untuk para punggawa Liverpool yang sudah mulai nyaman dengan kinerja Brendan Rodgers itu sendiri.