Diisukan Bawa Ricuh Asian Games, Tukang Pijat di Jakpus Sempat Diamankan

Diisukan Bawa Ricuh Asian Games, Tukang Pijat di Jakpus Sempat Diamankan – Polisi pernah mengamankan seseorang tukang pijat bernama Syaparuddin di Venue Aquatic, GBK, Senayan, Jakarta Pusat. Pria itu membawa toksin tikus serta digosipkan bakal bikin ricuh Asian Games. Tapi faktanya tidak demikian.

” Tempo hari yang terkait pernah digosipkan pengin, buat membawa keributan disana, itu tidak, ” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Rabu (22/8/2018).

Desas-desus itu awalannya tersebar sesudah polisi mengamankan Syaparuddin pada Selasa (21/8) waktu 17. 00 WIB. Syaparuddin waktu itu menyelenggarakan matras pijat serta menempatkan spanduk bertuliskan ‘clinical bodi massage service’.

” Dia beralasan buat buka praktek pijat untuk atlet serta pengunjung, ” kata Argo.

Menurut Argo, petugas kepolisian yang tengah berjaga di area langsung periksa Syaparuddin. Dia lantas dibawa oleh Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Aris Supriyono buat dicheck.

Hasil dari pengecekan, Syaparuddin memang membawa toksin tikus. Tapi toksin tikus itu bukan diperuntukan buat mengacaukan Asian Games, akan tetapi buat dibawa ke kampung halamannya di Bengkulu.

” Dan dompet ada suatu toksin tikus. Dia beli, diakuinya bakal diperlukan sesudah pulang kesana, ” kata dia.

Menurut Argo, Syaparuddin adalah seseorang guru SMA di Bengkulu. Syaparuddin juga memang biasa buka praktek pijat untuk beberapa atlet.

” Serta dia berkali-kali diperlukan buat pekerjaan PON, kebetulan di Jakarta ada pekerjaan Asian Games, ” tuturnya.

Tidak hanya itu, Argo kembali mengatakan desas-desus yang tersebar kalau Syaparuddin bakal mengacaukan Asian Games tidak benar. Pria asal Bengkulu itu lantas di lepaskan polisi sesudah menekuni pengecekan.

” Ya kan dia tidak ada pidananya, silahkan dia pengin pulang atau bagaimana. Sudah kita teliti ke Bengkulu, dia memang guru. Kata istrinya, benar (profesinya guru), ” tegas Argo.