Penangkapan Penambangan Timah Liar

Penangkapan Penambangan Timah Liar – Usaha penegakan hukum pada persoalan rusaknya rimba serta lingkungan, senantiasa dilaksanakan Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutanan (KLHK). Beberapa waktu terakhir ini, Balai Pengamanan serta Penegakan Hukum (Gakkum) LHK Lokasi Sumatera, sukses menangkap dua penambang timah ilegal di daerah rimba produksi Sungailiat Mapur, Desa Cit, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Propinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Berbarengan Denpom DAM II Sriwijaya, Dinas Kehutanan Babel, serta kepolisian, team KLHK mengamankan ke dua pemeran berinisial HS serta P pada Rabu (11/07/2018). Mereka diamankan bersama-sama barang untuk bukti berwujud tiga unit alat berat, serta perabotan pertambangan yang lain.

HS bertindak sebagai pemilik tambang, sekarang udah ditahan di satu diantara Rutan di Jakarta, sebelumnya setelah diputuskan jadi tersangka oleh Penyidik PNS KLHK.

Direktur Penegakan Hukum Pidana KLHK, Yazid Nurhuda, menjelaskan bakal menyelidiki persoalan ini seterusnya. Ini dilaksanakan utk menyingkap golongan beda yg turut serta dalam kesibukan ilegal itu, termasuk juga pihak-pihak yg membatasi system penegakan hukum yg dilaksanakan.

” Kami bakal bekerjasama dengan aparat hukum yang lain. Mesti ada resiko kapok, ” tegas Yazid.

HS dikira tidak mematuhi clausal 109 UU No. 32 Th. 2009 terkait Perlindungan serta Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta clausal 89 UU No. 18 th. 2013 terkait Mencegahan serta Pemberantasan Perusakan Rimba, dengan ancaman sangsi penjara optimal 15 th., serta denda optimal sepuluh miliar rupiah.

Disamping itu, Direktur Mencegahan serta Pengamanan Rimba KLHK, Sustyo Iriyono memberikan kalau, kesibukan operasi ini dilaksanakan jadi usaha mencegahan serta pemberantasan perusakan rimba, baik dari kesibukan penambangan ilegal, pengunaan daerah dengan cara tak sah atau kebakaran rimba.

” Pemeran penambangan ilegal mesti ditindak tegas serta dihukum seberat- beratnya. Mereka bukan hanya merugikan negara, tetapi mereka udah menyebabkan kerusakan lingkungan serta mengintimidasi keselamatan jiwa. Ini kejahatan menakjubkan, ” ujar Sustyo.

Sustyo juga mengapresiasi putusan Majelis Hakim PN Sungailiat, yg udah menghukum empat pemeran penambangan ilegal di Tahura Mangkol Kabupaten Bangka Tengah, dengan hukuman semasing 3 th. penjara serta denda Rp 1, 5 milyar.

” Putusan ini mesti jadi peringatan buat pemeran penambangan serta pemodal tambang ilegal yang lain, ” paparnya.