Polisi Bakal Menyambung Dengan Operasi Ketupat Buat Menyelamatkan Arah Mudik

Polisi Bakal Menyambung Dengan Operasi Ketupat Buat Menyelamatkan Arah Mudik – Polda Metro Jaya menyelenggarakan Operasi Pekat Jaya 2019 saat Ramadan tahun ini. Operasi itu diselenggarakan 15 hari, ialah 7-21 Mei 2019.

Kepala Sektor Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengemukakan operasi itu diselenggarakan dalam rencana menyelamatkan implementasi beribadah puasa di DKI Jakarta.

” Dalam rencana cipta sehat di bulan Ramadan serta saat lebaran Idul Fitri 2019, ” kata Argo, Rabu (7/5) .

Argo memberikan ada beberapa arah dalam implementasi Operasi Pekat Jaya. Sejumlah salah satunya, semua bentuk premanisme seperti begal, jambret, copet, pemalakan, perampasan, pencurian dengan pemberatan (curat) , pencurian dengan kekerasan (curas) , pencurian kendaraan bermotor (curanmor) , dan perbuatan kejahatan yang lain.

” Kejahatan jalanan atau di angkutan umum, perbuatan premanisme, hipnotis, perampokan, debt collector, perjudian serta pemeran tindak kejahatan yg merisaukan penduduk yang lain, ” kata Argo.

Dalam operasi itu, kata Argo, pihaknya menerjunkan 478 anggota dari semasing Polres yg ada di lokasi hukum Polda Metro Jaya.

Seusai Operasi Pekat Jaya selesai, polisi bakalan menyambung dengan Operasi Ketupat buat menyelamatkan arah mudik.

Awal mulanya, Argo mengemukakan Polda Metro Jaya pun menyediakan team privat anti-bandit (Tekab) buat mengontrol keamanan saat Ramadan tahun ini. Team anti-bandit tersebut udah dibuat sejak mulai saat lalu oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono.

” Polda Metro Jaya membuat Tekab. Tekab itu tujuannya beraneka ragam, ada kejahatan jalanan (street crime) , ada kebut-kebutan serta ada juga pencurian di jalanan serta pencurian pada tempat rumah kosong dan seterusnya, ” kata Argo kala dilakukan konfirmasi, Sabtu (4/5) .