PSI Bakal Menjelaskan Data Serta Realita Berkenaan Video

PSI Bakal Menjelaskan Data Serta Realita Berkenaan Video – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dilaporkan berkenaan penyebaran video rezim orde baru sampai viral di social media. Ketua DPP PSI Tsamara Amany menantang balik pelapor.

” Untuk kami ini sisi dari pendidikan politik. Selayaknya bila tak sepakat semestinya buat video tandingan. Itu sangat baik untuk demokrasi kita dibandingkan lapor ke polisi, ” kata Tsamara, Kamis (26/7/2018).

Tsamara mengemukakan, PSI siap hadapi proses hukum dari laporan oleh populasi Peminat Soeharto Sejati (Citos). PSI bakal menjelaskan beberapa data serta realita berkenaan video.

” Tetapi apabila selanjutnya kami dilaporkan, kami bakal siap hadapi proses hukum. Video kami pastinya menurut realita peristiwa, ” kata Tsamara.

Video PSI yg dilaporkan populasi Citos ke polisi salah satunya video moment Mei ’98, moment pembantaian Talangsari, Lampung, sampai moment pendudukan Timor Leste. Bahkan juga, PSI juga mem-posting poto Soeharto yg tengah menekuni latihan menembak yg dikasih caption ‘Pemerintah Soeharto Melibas serta Membunuh Tanpa Basic Hukum’.

” (Yg dilaporkan) bab video viral, PSI memviralkan moment Orde Baru era kepemimpinan Soeharto, dimana moment itu hampir seluruhnya tidak mengerti siapa dalangnya, belum juga diadili, apalagi beliau udah wafat, ” papar Anthony Siagian bertindak sebagai kuasa hukum Citos, Kamis (26/7/2018).

Anthony mengira PSI mengungkit video-video Orde Baru cuma buat keperluan politik. ” Kami mengira ini diungkit kembali buat kepopuleran PSI, ” ujarnya.

Laporan Anthony tertuang dalam nomer laporan LP/3548/VII/2018/PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal 7 Juli 2018. Dalam laporan itu, Anthony sampaikan PSI dengan gugatan Clausal 28 ayat (2) jo Clausal 45 ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 terkait Kabar serta Transaksi Elektronik (ITE).