Setelah Menjarah Toko Pakaian , Pelaku Melarikan Diri

Setelah Menjarah Toko Pakaian , Pelaku Melarikan Diri – Polisi tangkap tiga pemeran perampokan toko kemeja di Tangerang. Ke-tiga pemeran bawa senjata tajam serta cari toko yg ingin tutup dimana penjaganya cuma seorang.

” Modusnya mereka naik motor waktu malam hari waktu 22. 00 WIB sewaktu toko toko pengin tutup. Kala ia pengamatan, ia dapatkan toko yg dijaga sendiri. Setelah itu ia berhenti serta pura-pura beli, ” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono terhadap wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (2/7/2019) .

Ke-tiga pemeran berinisial HP (25) , D (32) , serta M (15) diamankan Subdit Resmob Dit Reskrimim Polda Metro Jaya. Moment perampokan berlangsung pada Jumat (28/6) dalam sesuatu toko kemeja di lokasi Tangerang.

Argo mengatakan terduga yg masih dibawah usia berinisial M berpura-pura mau beli kemeja berbarengan HP serta D. Setelah itu, terduga HP serta D keluarkan golok buat mengintimidasi korban yg cuma sendirian serta coba merampas toko itu.

” Menurut terduga, ia aman serta terduga langsung ambil goloknya. Inilah bawa juga di pinggang serta langsung ditodongkan ke leher korban serta korban pastinya takut. Setelah itu HP korban serta uang yg berada pada laci diambil pemeran, ” papar Argo.

Seusai ambil banyak barang di toko itu serta uang sebesar Rp 1, 5 juta, banyak pemeran melarikan diri. Polisi bergerak cepat serta tangkap ke-tiga pemeran.

” HP (25) serta D (32) sukses diamankan pada Senin, 1 Juli, di counter HP yg ada di Jakarta Barat serta di kontrakan D yg ada di Depok, ” kata Argo.

Buat terduga M, Argo tak membicarakan seterusnya. Dia cuma mengatakan pemeran masih dibawah usia serta tak diunjukkan oleh polisi dalam luncurkan perkara itu.

” Satu terduga yg wanita berinisial M (15) kita tak perlihatkan lantaran ada perlakuan privat berkenaan anak. Terduga anak ini kita melakukan diversi, ” ujarnya.

Kala dilaksanakan penangkapan, Argo mengatakan terduga HP serta D melaksanakan perlawanan melalui langkah mau mengambil senjata polisi. Polisi selanjutnya tembak kaki ke dua terduga serta terduga D selanjutnya wafat kala dibawa ke rumah sakit.

Terhadap polisi, terduga mengakui udah berlaga lebih dari 5 kali di TKP. Nyata-nyatanya, terduga D yaitu residivis dalam perkara yg sama. Dan terduga HP mengakui baru sekali melaksanakan kejahatan.

” Terduga D itu yaitu residivis udah melaksanakan aktivitas pencurian kekerasan pada suatu toko, baik toko kemeja, kelontong ia melakukan dengan pemerasan. Mereka itu udah lebih dari 5 kali melaksanakan laganya. Juga ada laporan polisi masuk ke Polda Metro di TKP Depok, ” kata Argo.

Uang hasil kejahatan itu dimanfaatkan banyak terduga buat kepentingan hidup keseharian. Dari tangan terduga, polisi mengambil satu unit sepeda motor, dua buah golok, uang tunai Rp 1, 5 juta, serta 1 unit HP korban. Atas tingkah lakunya, terduga dikenai Clausal 365 KUHP serta/atau 368 KUHP dengan ultimatum 9 tahun penjara.