Suara Gemuruh Dan Dentuman Kawah Bromo Terdengar Ke Permukiman

Suara Gemuruh Dan Dentuman Kawah Bromo Terdengar Ke Permukiman – Sampai Jumat (19/7) jam 24.00 WIB, keadaan Gunung Bromo masih fluktuatif. Seperti dalam data Pusat Vulkanologi serta Mitigasi Musibah Geologi (PVMBG) pos penilaian Gunung Bromo yang diawali jam 00.00 WIB.

Dengan meteorologi, cuaca di seputar gunung dengan ketinggian 2329 mdpl itu terpantau cerah, berawan, mendung serta hujan. Angin bertiup lemah sampai sedang dari barat daya, barat serta barat laut.

Selanjutnya suhu udara ada di angka 5-20 derajat celsius. Dengan kelembapan udara 0-0 % serta desakan 0-0 mmHg. Sesaat volume curah hujan 0.4 mm /hari.

Dari sisi visual, kabut ada di angka 0-II sampai kabut 0-III. Sedang asap kawah bertekanan lemah, berwarna putih dengan intensif tipis sampai sedang. Atau seputar 300 m di atas pucuk kawah.

Selanjutnya terdengar suara deru serta dentuman dari kawah Gunung Bromo. Untuk letusan, banyaknya 5 amplitudo 30-37 mm dengan waktu 56-1372 detik. Hembusan sejumlah 3 amplitudo 4-35 mm dengan waktu 15-23 detik. Serta vulkanik dangkal 3 amplitudo 4-35 mm dengan waktu 15-23 detik.

“Untuk asap telah mulai kelihatan putih tipis keluar dari Kawah Gunung Bromo. Tetapi suara dentuman serta deru masih terdengar serta terekam mesin Siesmograf pos awasi di Bromo,” kata Kepala BPDB Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi, Sabtu (20/7/2019).

Untuk tremor menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 0.5-37 mm (menguasai 1 mm). Dengan rangkuman tingkat kegiatan Gunung Bromo masih ada di Level II, siaga.

Anggit memberikan tambahan, ini hari belumlah ada laporan paling baru berkaitan kegiatan vulkanologi Gunung Bromo. Dia kembali menyarankan warga serta pelancong masih ada di jarak aman. Atau 1 km. dari kawah aktif Gunung Bromo.

“Belumlah ada laporan baru ini hari. Saya minta siapa saja yang bertandang ke Gunung Bromo supaya patuhi jarak aman,” lebih Anggit.
Seperti info yang dikumpulkan sampai pagi hari ini, cuaca di seputar Gunung Bromo gerimis serta berkabut.