Susi Pudjiastuti Lengkapi Persyaratan Cawapres 2019

Susi Pudjiastuti Lengkapi Persyaratan Cawapres 2019 – Sehabis lulus ujian paket C sama dengan SMA, Menteri Kelautan serta Perikanan Susi Pudjiastuti saat ini penuhi ketentuan maju pilpres. PPP mengemukakan, kesempatan Susi maju cawapres terkait Joko Widodo, capres yg mereka angkat.

” Ya utk syarat-syarat 10 nama serta saat ini Pak Jokowi nyebutnya 5 nama, itu otoritas kewenangan di Pak Jokowi. Apakah Bu Susi masuk yg di 10 apa yg di 5, saya sich tidak mengerti. Sekurangnya dengan ijazah itu, itu kan ketentuan resmi, tetapi apakah lantas memperoleh ketentuan resmi itu cuma utk kejar jabatan urutan cawapres, kita juga belum juga tahu, ” kata Wasekjen PPP Achmad Baidowi atau Awiek terhadap wartawan, Sabru (14/7/2018).

Awiek mengakui gak tahu apakah Susi sungguh-sungguh bakal maju pilpres sehabis memperoleh ijazah paket C sama dengan SMA. Awiek menyaksikan Susi cuma kejar penyetaraan pendidikan.

” Kami menyaksikan Bu Susi memperoleh ijazah ya jadi faktor penyetaraan pendidikan saja. Jadi seseorang menteri ijazahnya cuma SMP serta saat ini ada penyetaraan tingkat SMA. Kebetulan itu dengan cara rutinitas sama sesuai ketentuan maju jadi presiden, caleg, itu ijazah SMA. Apakah Susi jadi pilihan, apabila kami PPP gak menyaksikan faktor nama tetapi lebih terhadap faktor syarat-syarat yg sanggup mendongkrak kemenangan Pak Jokowi maka gemilang di 2019, ” ujar Awiek.

Apakah Susi penuhi syarat-syarat PPP? Awiek mengakui Susi cukup cakap di sektor ekonomi. Akan tetapi, bab segi kepopuleran, Awiek menyebutkan itu harus masih dikaji dahulu.

” Apabila birokrasi yg kuasai sektor ekonomi ya benar-benar Bu Susi merupakan Menteri KKP yg tupoksinya di situ. Apa yang dimaksud bisa mengerek kepopulerannya, kelak mesti kita kaji bersama, bukan hanya disaksikan satu faktor saja, ” kata Awiek.

Ketentuan capres serta cawapres dirapikan dalam UUD 1945. Sesudah itu, dirapikan lebih tegas dalam Clausal 169 UU 7/2017.

” Berpendidikan terendah tamat sekolah menengah atas, madrasah aliyah, sekolah menengah kejuruan, madrasah aliyah kejuruan, atau sekolah beda yg sederajat, ” demikian bunyi Clausal 169 huruf r.