Home / berita bola / System Video Asisten Wasit Butuh Di Uji Lagi

System Video Asisten Wasit Butuh Di Uji Lagi

System Video Asisten Wasit Butuh Di Uji Lagi – Tehnologi atau system Video Asisten Wasit (Video Assistant Referee/VAR) yang ditest di Piala Konfederasi 2017 di Rusia pernah menumbulkan kebingungan peserta. Pelatih Cile, Juan Antonio Pizzi, menilainya dibutuhkan semakin banyak saat untuk mengerti tehnologi baru itu, sesudah timnya rasakan hasil positif serta negatif.

Waktu menaklukkan Kamerun dengan score 2-0 pada kompetisi pembukaan mereka di Stadion Spartak pada Minggu, Cile mempunyai ” gol ” yg tidak disahkan mendekati turun minum saat VAR mengambil keputusan kalau Eduardo Vargas ada pada tempat offside saat ia cetak gol. Tetapi referensi beda dari wasit pada akhir kompetisi buat Vargas dapat mencatatkan namanya dalam daftar pencetak gol. Awalannya, golnya dipandang offside tetapi lalu disahkan sesudah dilihat lagi.

” Menurut saya system ini membutuhkan saat. Bila saya mengertinya dengan pas, kami saat ini menguji cobalah system serta mungkin saja ada kesangsian kami punya kebiasaan pada kondisi-situasi beda di sepak bola, ” papar Pizzi.

” Menurut saya kami mesti menanti serta lihat serta mungkin saja saat kami mulai punya kebiasaan dengan hal semacam ini, ini juga akan jadi tambah baik, ” ucapnya pada konferensi pers sesudah kompetisi pembukaan Group B.

” Mempunyai gol pada akhir sesi pertama yg tidak disahkan mencipatakan rasa stress pada beberapa pemain karna mereka tidak punya kebiasaan dengan kondisi sesuai sama itu. Tetapi, di bagian beda, tehnologi selanjutnya mungkin saja semakin lebih memberi keadilan pada permainan. “

” Hanya satu hal negatif tentang insiden hari ini dengan VAR yaitu kalau susah untuk beberapa pemain yang fokus pada permainan untuk menyerapnya, serta bahkan juga walau itu ketentuan yang pas hal tersebut beresiko pada psikologis mereka. “

Arturo Vidal melayangkan memprotes keras pada beberapa ofisial kompetisi saat timnya ada dalam kondisi tidak untungkan mendekati turun minum, tetapi terakhir menyebutkan aksinya itu berlangsung karna panasnya perbedaan makna permainan. ” Ini yaitu pertama kalinya kami mesti bermain dengan tehnologi baru ini serta memanglah benar saat Anda keluar ke lapangan, Anda berkonsentrasi penuh, jadi saat hal tersebut berlangsung pada Anda, susah untuk mengertinya. “

FIFA sudah menerangkan semua pada kami sebelumnya kompetisi tetapi, walau sekian, tidak gampang untuk terima kalau gol itu offside. Tetapi selanjutnya kami menerimanya jadi ketentuan yang adil serta system ini juga akan bermanfaat, ” lebih Vidal.

Dibawah system VAR, wasit bisa berkomunikasi dengan dua asisten wasit yang lihat video di ruang di stadion dengan akses ke semua saluran camera.

Mereka memonitor gol-gol yang terwujud, penalti-penalti yang didapatkan, kartu merah segera serta masalah kekeliruan bukti diri pemain, saat seseorang pemain yang memperoleh kartu kuning atau kartu merah sesungguhnya tidak ikut serta dalam insiden.

Seperti tampak di Piala Konfederasi, VAR bisa mengoreksi wasit saat kompetisi tengah berjalan, sedang ofisial kompetisi bisa merujuk keputusan-keputusan mereka untuk lakukan peninjauan. Tubuh pembuat ketentuan sepak bola IFAB diinginkan bisa mensahkan pemakaian VAR dengan basis permanen pada Maret.

About admin