Yayasan Supersemar Tetap Di Kejar Atas Penyelewengan Uang Triliunan Rupiah

Yayasan Supersemar Tetap Di Kejar Atas Penyelewengan Uang Triliunan Rupiah – Mahkamah Agung (MA) menampik perlawanan eksekusi Yayasan Supersemar. Putusan itu lantas kuatkan langkah pemerintah yg jadi pemenang gugatan Rp 4, 4 triliun atas Yayasan yg diketuai Presiden RI ke-2 Soeharto itu.

Senin (2/7/2018), perkara itu berasal kala MA pada 9 Desember 2016, mengatakan Yayasan Supersemar menyelewengkan duwit negara melalui ketokan palu pada tingkat kasasi. Supersemar lantas dihukum membayar uang triliunan Rupiah menjadi bentuk rubah rugi ke negara.

Tdk terima atas putusan yg menghukumnya kembalikan uang triliunan rupiah Supersemar melawan dengan ajukan gugatan perlawanan. Gugatan perlawanan eksekusi lantas dilayangkan ke PN Jaksel. Tetapi langkah ini sirna serta MA terus memvonis Yayasan Supersemar laksanakan perbuatan melawan hukum.

Menurut putusan yg dilansir dari web MA, yayasan itu menyelewengkan dana yg disatukan dari warga. Selayaknya utk pendidikan, akan tetapi jadi dilarikan ke usaha kroni Soeharto.

” Menghukum Tergugat II (Yayasan Supersemar) utk membayar terhadap Penggugat (Republik Indonesia) beberapa 75 prosen x US $ 420. 002. 910, 64 = US $ 315. 002. 183, 00 serta 75 prosen x Rp 185. 918. 048. 904, 75 = Rp 139. 438. 536. 678, 56, ” putus ketua majelis Suwardi, dengan anggota Mahdi Soroinda Nasution serta Sultoni Mohdally.

Nah, menurut kurs pada hari itu, dolar AS sejumlah Rp 14. 390, dengan perhitungan ini, yayasan yg diketuai Presiden RI ke-2 Soeharto ini, mesti kembalikan uang US$ 315. 002. 183 x Rp 14. 390 = Rp 4. 532. 881. 400. 000. Banyaknya ini mesti ditambah uang rupiah yang wajib dikembalikan, ialah Rp 139. 438. 536. 678.

Hasilnya, keseluruhan uang yg mesti dikembalikan Yayasan Supersemar sebesar Rp 4. 672. 319. 936. 000 atau Rp 4, 6 triliun.
Akan tetapi Sampai hari ini bisa, Yayasan Supersemar baru membayar sejumlah Rp 241, 8 miliar dari keseluruhan Rp 4, 4 triliun (Rp 4, 6 triliun andaikan berpedoman kurs dollar hari itu), yang wajib dibayar ke negara. Sekarang system eksekusi bekas keharusan Supersemar dalam tahan penilaian tim appraisal atau penaksir nilai aset.