Home / berita bola / Marcus Rashford Marah Serta Tak Ampuni Tindakan Rasialisme

Marcus Rashford Marah Serta Tak Ampuni Tindakan Rasialisme

Marcus Rashford Marah Serta Tak Ampuni Tindakan Rasialisme – Marcus Rashford menyikapi gempuran rasial yang diperuntukan padanya. Dia menyatakan tak akan mengampuni mereka melaksanakan tindak rasialisme padanya.

Inggris tidak sukses memeluk gelar Piala Eropa 2020. Klub Tiga Singa jatuh 2-3 dari Italia melalui beradu penalti di final dalam pertandingan yang diselenggarakan di Wembley, Senin (12/7/2021) pagi buta WIB.

Pertandingan mesti dipastikan melalui beradu penalti seusai sama imbang 1-1 waktu 120 menit. Inggris menang cepat terlebih dulu melalui Luke Shaw dalam menit kedua. Gli Azzurri setelah itu dapat menyeimbangkan angka dari gol Leonardo Bonucci dalam menit ke-67.

Di sesi tos-tos an, tiga penendang Inggris ialah Marcus Rashford, Jadon Sancho, serta Bukayo Saka tidak sukses jalankan pekerjaan. Sementara di team, Italia cuma Andrea Belotti serta Jorginho pelaku eksekusi yang gak dapat mendobrak gawang Inggris.

Rashford, Sancho, serta Saka dipandang sebagai biang keladi kegagalannya Inggris di final. Ke-3 nya setelah itu memperoleh gempuran rasial di social media.

Rashford usaha menyikapi gempuran rasial yang diperuntukan padanya melalui pesan yang diungguah di account Twitter punyanya. Dia menyatakan tak akan mengampuni semua wujud aksi rasialisme padanya.

“Saya udah tumbuh di olahraga dengan saya berekspektasi dapat membaca sejumlah hal yang dicatat bab diriku. Apa itu terkait warna kulit saya, tempat saya dibesarkan, atau yang teranyar, bagaimana saya memutus untuk habiskan waktu saya di luar lapangan,” tuliskan Rashford di account Twitternya.

“Saya bisa terima masukan atas tampilan saya selama seharian. Akan tetapi, saya tidak akan memohon maaf buat siapa saya serta dari tempat mana saya berasal.”

Wujud celaan kepada Rashford gak cuman ada di social media. Suatu mural yang diberikan buat Rashford di kota kelahirannya, Withington, pun dirusak. Mural ini dibentuk buat memuliakan Rashford sebagai pelaku sosial buat mengusahakan makan siang gratis pada murid.

Memberikan respon perihal ini penduduk Withington berikan bantuannya pada Rashford. Mereka tutupi sisi mural yang dirusak serta tempelkan tandanya wujud hati dari sana.

Lihat bantuan yang ada untuk dia ini, Rashford mengakui begitu terharu. Dia ucapkan terima kasih pada semuanya penduduk Withington yang udah beri dukungan.

“Lihat respon di Withington membikin saya nyaris menangis. Saya Marcus Rashford, pria kulit hitam berumur 23 tahun dari Withington serta Wythenshawe, Manchester Selatan. Apabila saya tak miliki apapun kembali, saya miliki hal semacam itu,” terang Rashford menambah.

“Untuk seluruhnya pesan yang bagus, terima kasih. Saya bakal balik semakin makin kuat. Kami bakal balik semakin makin kuat,” jelasnya.

About penulis77