Home / berita umum / Penilaian Asrus Menyikapi Status Ratna

Penilaian Asrus Menyikapi Status Ratna

Penilaian Asrus Menyikapi Status Ratna – Wakil Ketua Team Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Arsul Sani menilainya ada peluang tehnik propaganda yg diketahui dengan nama ” firehose of the falsehood ” dimanfaatkan dalam penyebaran hoax pemukulan Ratna Sarumpaet.

Penilaian itu diungkapkan Arsul menyikapi status terduga yg saat ini menangkap Ratna. Polisi udah memastikan Ratna jadi terduga lantaran menebar berita bohong tentang pemukulan dirinya sendiri.

” Tehnik propaganda ini berciri unik mengerjakan kebohongan-kebohongan fakta buat membuat ketakutan publik, dengan maksud dapatkan keuntungan urutan politik juga sekaligus menjatuhkan urutan politik saingannya yg dilaksanakan lebih dari 1 kali atau dengan cara tiada henti (repetitive action) , ” kata Arsul dalam info tertulisnya terhadap wartawan, Jumat (5/10/2018) .

Ratna menyandang status terduga lantaran dikira tidak mematuhi Clausal 14 serta Clausal 15 UU No 1 tahun 1946 terkait tindak pidana bikin kegaduhan di warga dengan memberikan hoax serta Clausal 28 ayat (2) UU ITE.

Hoax yg dibikin Ratna undang perhatian publik sejak mulai minggu awal ini. Hoax muncul sehabis tersebar poto dirinya sendiri yg alami lebam pada muka.

Sebelumnya, Ratna menyatakan dipukuli beberapa orang di Bandung pada 21 September 2018. Namun, dia selanjutnya mengaku kalau pernyataan itu bohong. Lebam di parasnya dimaksud adalah resiko dari operasi sedot lemak dalam sesuatu rumah sakit kecantikan di daerah Jakarta Pusat.

Arsul sangsi tehnik ” firehose of the falsehood ” udah dimanfaatkan lebih dari sekali. Dia menyebutkan berita pembakaran mobil Neno Warisman pada 18 Juli terus jadi misalnya.

Kala itu, ada berita kalau mobil Neno Warisman dibakar oleh orang. Sehabis diselidiki, terbakarnya mobil Neno didapati gara-gara korsleting.

” Tidak cuman ciri mengusahakan menyebabkan ketakutan pada publik, tehnik propaganda ini pun diikuti tehnik ‘playing victim’ ialah menyebabkan kesan-kesan publik kalau pemeran pembohongan merupakan korban yg teraniaya oleh satu pihak yg dianggap dengan group penguasa, ” kata Arsul.

Saran beda dikemukakan Anggota Dewan Penasihat TKN Grace Natalie. Dia bersukur polisi udah tangkap Ratna serta menetapkannya jadi terduga perkara hoax.

Menurut Grace, hoax dari Ratna kemarin dapat beresiko apabila tak lekas terbongkar. Dia menyebutkan berita bohong dari Ratna miliki potensi memecah belahlah warga.

” Asumsikan bila rakyat sungguh-sungguh mengira kalau Bu Ratna memang dianiaya dengan cara sadis. Tidaklah itu bakal menyebabkan kemarahan serta bahkan juga pembalasan bersifat serangan fisik? ” kata Grace dalam pesan terdaftar terhadap wartawan.

Paling akhir, saran dikemukakan Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding. Menurut dia, Ratna punyai motif berikan cap terhadap Jokowi jadi pemimpin yg zalim. Motif itu berubah menjadi basic dibikin serta disebarkannya hoax pemukulan Ratna.

” Oleh sebab itu semuanya perkiraan penyebaran hoax menurut saya polisi mesti mengerjakan dengan cara hukum serta mesti dicari benar. Sebab itu sangatlah merugikan, ” ujar Karding.

About admin